Rahasia Bangkitnya Bathara Semar

Ayah saya adalah seorang pemilik Padepokan Seni Tari Bathara Semar di Solo generasi keempat. Sebelum beliau wafat 2 tahun yang lalu beliau mewasiatkan sebuah kujang kecil kepada saya dan meminta saya meneruskan padepokan yang telah dirintis oleh eyang dari eyang saya ini.

Saya yang berpikiran modern tentu saja tidak percaya dengan ‘mainan’ kecil ini. Saya pun membuangnya. Maaf, bukannya saya tidak menghormati wasiat peninggalan eyang Kusumo, tapi saya hanya ingin membuktikan bahwa Padepokan ini akan tetap hidup walaupun tanpa kujang kecil.

Di tahun pertama kepemimpinan saya, memang padepokan Bathara Semar masih banyak peminatnya, namun di tahun setelahnya peminatnya semakin menipis. Parahnya lagi, banyak penari yang mengundurkan diri dari Bathara.

Saya yang pada dasarnya mengedepankan logika mengira ini semua terjadi karena banyaknya sanggar tari modern (modern dance) yang mulai berkembang di Solo. Oke, saya pun membuka pelatihan seni tari modern juga. Sebagai langkah pertama, saya menyewa guru tari modern. Kemudian menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Awalnya hanya ada empat orang yang bergabung. Namun saya tidak patah arang, saya tetap optimis dengan inovasi saya.

Setahun kemudian, Bathara Semar benar-benar colapse. Merenungkan nasib Bathara di tangan saya. Mungkin saja Bathara Semar banyak peminatnya karena kujang kecil itu. Akhirnya saya pun mencari kujang kecil yang saya buang di kebun dulu. Hampir seharian mencari hasilnya nol besar.

Keluarga besar marah pada saya. Bagaimana tidak, selama empat generasi Bathara Semar selalu unjuk gigi di Solo. Baru kali ini Bathara Semar tidak mempunyai gigi. Apalagi setelah mengetahui Jimat Kujang Pusakanya saya buang, situasinya seperti kiamat buat saya. Betapa malunya saya, ternyata pikiran modern yang selalu memenuhi otak saya malah menghancurkan padepokan peninggalan eyang.

Kata pak lek, dulu eyang saya mendapatkan Jimat Kujang Pusaka itu dari kang Masrukhan. Saya pun diberitahu alamat beliau. Untuk menebus kesalahan saya, saya pun mencari kang Masrukhan ke Kudus. Dari beliau saya mendapatkan satu Jimat Kujang Pusaka.

Singkat cerita Padepokan Seni Tari Bathara Semar yang dirintis eyangnya eyang saya ini kembali menemukan kejayaannya. Bukan hanya seni tari tradisionalnya saja yang bangkit, namun seni tari modernnya (dance) juga mulai banyak penggemarnya. Andai saya tahu betapa hebatnya Jimat Kujang Pusaka ini, tak akan saya sia-siakan jimat ini tempo dulu.

Wahyu, Solo