Fitnah Hilang Posisi Jadi Aman

Dunia politik memang kejam. Dunia yang menggunakan segala macam cara untuk mencapai tujuan. Hukum dan tata krama yang seharusnya menjadi pembimbing para pelaku politik sudah lama diinjak-injak demi kepentingan kekuasaan politik semata. Yang benar dapat disalahkan, yang salah malah menjadi pahlawan.

Itulah yang terjadi pada suami saya setahun lalu. Beliau yang baru satu tahun menjabat sebagai seorang bupati, diuji dengan fitnah yang keji. Beliau dituduh menghamili anak SMA. Demi Tuhan, hati saya pun ikut remuk saat itu, tapi naluri saya sebagai seorang istri justru menyatakan tetap percaya bahwa bapak tidak bersalah.

Selama seminggu full, media cetak terus-terusan menaruh kasus bapak di halaman depan. Tak ayal hal ini semakin memperparah keadaan. Masyarakat yang dulunya ‘enak’ di ajak rembugan kini berubah memusuhi bapak. Hampir setiap hari, ada saja kelompok massa yang berunjuk rasa di depan kantor bupati.

Stress dengan berbagai macam tekanan yang ada, saya bertekad mencari bantuan seorang ahli supranatural di Kudus, pak Masrukhan namanya. Tanpa sepengetahuan bapak, saya pun ‘lari’ ke Kudus. Setelah mendengar curahan hati saya, Beliau merekomendasikan Jimat Kujang Pusaka.

Saya menaruh Jimat Kujang Pusaka di laci meja kerja bapak. Tidak sampai dua bulan kasus ini pun mendapatkan titik terang. Nama baik bapak berangsur membaik, penyebar fitnah pun sudah terungkap. Sebelumnya saya memang mencurigai rival bapak di partai, ternyata saya salah. Pelakunya justru ajudan bapak, siapa yang akan menduga? Justru orang dalam yang ingin menghancurkan bapak.

Untuk menghargai pengabdiannya selama ini, kami sepakat tidak mau memperpanjang masalah. Bapak pun menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian tanpa memberikan tuntutan apapun. Bagi kami kembalinya nama baik kami itu saja sudah lebih dari cukup, karena berawal dari sini lah masyarakat kembali mempercayai bapak.

Ratna, Jawa Barat