Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis,

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Staf Admin 1 - Dewi

082223338771 / 085712999771

bagianpemesanan@gmail.com Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 2 - Fahri

082223338772

spiritualpower88@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini

 

 

 

Depan

 


Selamat datang di KujangPusaka.Com

 

Dengan meluangkan lima menit saja di situs ini, Anda bisa mendapatkan Kujang Pusaka hasil penarikan gaib yang berkhodam tingkat tinggi.


 

 

 

 

Kujang Pusaka

Pusaka Berkhodam Tarikan Gaib -  Sarana Pendukung Jabatan Tinggi

 

 

 

Promo Istimewa


Jika Anda memesan Kujang Pusaka hari ini, Anda akan mendapatkan Potongan Mahar 7% dan bonus spesial berupa Minyak Asmak Malaikat senilai Rp. 1.000.000,- Cek mahar dan khasiat silakan kunjungi situs

www.IlmuAsmak.com


"Gratis..!! Biaya Kirim Ke Seluruh Wilayah Indonesia"

 

Apa itu Kujang Pusaka? Kujang Pusaka, atau yang juga dikenal sebagai Pusaka Kujang adalah benda bertuah berwujud senjata pusaka khas Jawa Barat yang memiliki tuah tinggi dalam mendapatkan dan mempertahankan jabatan serta memunculkan dan mematangkan kemampuan supranatural pemiliknya. Secara khusus, Kujang Pusaka dari KujangPusaka.Com merupakan senjata pusaka berkhodam hasil penarikan gaib yang dilakukan oleh Kang Masrukhan di area petilasan Prabu Siliwangi, Tasikmalaya.

 

 

Tidak sembarangan, Kujang Pusaka yang ditarik Kang Masrukhan secara langsung dari alam gaib ini memiliki kekuatan dan pancaran energi yang luar biasa besar. Tuah kejayaan dan kesuksesan yang terkandung di dalamnya merupakan modal spiritual nomor wahid bagi Anda yang tengah mengincar pangkat dan jabatan tinggi atau posisi sebagai kepala pemerintahan.

 


Kujang Pusaka merupakan peninggalan Prabu Siliwangi semasa memimpin Kerajaan Pajajaran pada jamannya. Selama berabad-abad pusaka ini tersimpan di alam ghaib dan dijaga oleh ribuan khodam dan jin sakti. Kang Masrukhan, dengan mengerahkan segenap kekuatan supranatural tingkat tinggi yang beliau miliki, berhasil menarik pusaka sakti yang belum pernah terjamah tangan manusia ini.

 

Penarikan Kujang Pusaka – Klik Di Sini…


 

 

Kujang Pusaka, Senjata Para Raja Sunda

 

Kujang bukan sekedar pajangan cantik yang selama ini kita lihat dalam lambang Provinsi Jawa Barat. Sejarah panjang Kujang Pusaka sudah dimulai sejak abad kedelapan atau kesembilan Masehi, ketika senjata ini dibuat untuk pertama kali. Nama Kujang sendiri berasal dari kata ‘kudi’ yang berarti senjata sakti berkekuatan gaib dan kata ‘hyang’ yang berarti suci. Asal mula penamaan ini merujuk pada peranan Kujang sebagai sebuah senjata yang tidak hanya sakral, tetapi juga berkekuatan magis tingkat tinggi.

 

Terkenal sebagai pusaka Kerajaan Galuh Pajajaran, Kujang merupakan pegangan raja-raja besar tanah Sunda, mulai dari  Prabu Lingga Buana, Prabu Niskala Wastu Kencana, Prabu Dewa Niskala, Prabu Surawisesa Jaya Prakosa hingga yang paling terkenal Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi.

 

Prabu Siliwangi sendiri dalam sejarahnya dikenal sebagai raja yang pemberani, tegas, teguh mengayomi rakyat dan berbesar hati menghindari peperangan. Sifat-sifat luhur inilah yang membuat beliau menolak menjadi raja jika rakyatnya menderita dan kelaparan, serta menolak berperang dengan anak-cucunya sendiri yang telah masuk Islam dan memilih untuk moksa (lenyap) atau ngahyang, sebelum akhirnya berubah wujud menjadi harimau putih yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sunda hingga sekarang.

 


”Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Mudu arédan heula.

 

Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. Tapi, ngan di waktu anu perelu. Ngaing bakal datang deui, nulungan nu barutuh, mantuan anu sarusah, tapi ngan nu hadé laku-lampahna. Mun ngaing datang moal kadeuleu; mun ngaing nyarita moal kadéngé. Mémang ngaing bakal datang. Tapi ngan ka nu rancagé haténa, ka nu weruh di semu anu saéstu, anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna, nu hadé laku lampahna. Mun ngaing datang; teu ngarupa teu nyawara, tapi méré céré ku wawangi.”

 

Artinya:

“Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. Dan bahkan berlebihan kalau bicara.

 

Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian.”

 

Wangsit Siliwangi – Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi


 

Terkait keluhuran sifat Prabu Siliwangi tersebut, Kujang Pusaka layak diposisikan sebagai perwujudan atau perwakilan sifat-sifat luhur beliau. Kujang Pusaka bukan sekedar senjata, bukan sekedar benda antik, bukan sekedar pajangan atau barang pameran, melainkan sebuah benda bertuah dengan daya magis tingkat tinggi dan filosofi keluhuran budi di balik penampilan fisiknya.

 

Kesanggupan Kang Masrukhan untuk menarik Kujang Pusaka dari alam supranatural tidak hanya didasari niat untuk membantu sesama manusia dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhan dan tujuan yang mereka inginkan, tetapi juga didasari niat untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan keluhuran budi yang patut kita banggakan sebagai masyarakat berbudaya. Harapan kami, dengan menggunakan Kujang Pusaka Anda dapat berkembang menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sekarang, pribadi yang siap berperan lebih dalam masyarakat melalui pengamalan sifat-sifat luhur dan kemapanan spiritual serta kematangan akal pikiran. Dengan harapan ini pula Kang Masrukhan bersedia mengikhlaskan Kujang Pusaka bagi siapapun Anda yang ingin memaharinya.

 

Berapa mahar Kujang Pusaka? Mahar Kujang Pusaka sangat murah, hanya senilai Rp. 19.990.000. Benar-benar nilai yang tidak seberapa bila dibandingkan dengan segala keistimewaan Kujang Pusaka sebagai sebuah senjata bertuah hasil penarikan gaib yang proses penarikannya sendiri memakan waktu hingga berhari-hari, lengkap dengan ubarampe berharga tinggi.

 

 

Hanya di sini Anda bisa mendapatkan Kujang Pusaka peninggalan Prabu Siliwangi yang telah diselaraskan oleh Kang Masrukhan, sehingga aman tanpa resiko dan tanpa pantangan sama sekali. Cara mendapatkannya?

CUKUP DENGAN SATU KLIK DI SINI

 

 

Kang Masrukan di Bukan Empat Mata TRANS7

selengkapnya klik disini